Merajut Sejarah, Menata Masa Depan: Lakpesdam NU Bangil Gelar Koordinasi Strategis
BANGIL — Sore yang teduh di Gedung PCNU Bangil menjadi saksi sebuah pertemuan penting yang menggabungkan refleksi masa lalu dan visi masa depan. Hari ini, tepat dari pukul 16.00 hingga 17.30 WIB, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Bangil menggelar agenda “Rapat Koordinasi: Menakar Perkembangan PCNU Bangil Melalui Akar Sejarah”.
Berbeda dengan rapat koordinasi pada umumnya yang kaku, pertemuan berdurasi 90 menit ini dikemas dalam dialog interaktif yang hangat. Fokus utamanya bukan sekadar menyusun program kerja, melainkan melakukan napak tilas pergerakan Nahdlatul Ulama di wilayah Bangil untuk dijadikan fondasi dalam menghadapi tantangan zaman.
Ketua Lakpesdam NU Bangil, M. Rachman Hakim, yang memimpin langsung jalannya rapat, menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya kesadaran sejarah bagi para kader penggerak. Menurutnya, perkembangan pesat PCNU Bangil hari ini tidak bisa dilepaskan dari keringat dan perjuangan para muassis (pendiri) dan ulama terdahulu di wilayah tersebut.
“Sejarah NU di Bangil bukanlah sekadar cerita masa lalu yang hanya pantas dibaca di perpustakaan. Sejarah adalah kompas. Kita tidak akan pernah bisa memetakan arah perkembangan PCNU Bangil ke depan secara presisi, jika kita rabun terhadap sejarah kita sendiri. Dari sejarah, kita belajar tentang ketahanan, strategi kultural, dan keikhlasan dalam berkhidmah,” tegas M. Rachman Hakim di hadapan para peserta.
Di bawah komando M. Rachman Hakim, forum sore itu membedah fase-fase perkembangan PCNU Bangil—dari masa awal perintisannya, tantangan dakwah di setiap dekade, hingga perannya dalam konstelasi sosial-masyarakat modern. Pemahaman historis ini kemudian ditarik ke dalam konteks kekinian: Bagaimana Lakpesdam bisa merumuskan program pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan umat hari ini, namun tetap berpijak pada tradisi luhur para kiai?
Tepat pukul 17.30 WIB, seiring dengan mendekatinya waktu Maghrib, rapat koordinasi ditutup dengan doa bersama. Kendati berlangsung singkat, pertemuan di Gedung PCNU Bangil ini berhasil memantik semangat baru. Lakpesdam NU Bangil kini siap melangkah lebih jauh: merawat warisan masa lalu untuk membangun peradaban umat di masa depan.